Friday, December 12, 2008

sastro itu tetangga saya

sastro itu tetangga saya
tinggal di bawah atap kemerdekaan itu cita-citanya
setiap hari dia menghabiskan lebih sekilo arang
untuk memenuhi tembok kuburan dengan tulisan
"saya bukan milik siapa-siapa".

tapi orang-orang acuh-acuh saja.
tentu saja sastro berang,
karena sudah hampir seluruh usianya
dihabiskannya untuk melayani tuan-tuan
yang dengan senak wudelnya memaksanya
untuk tunduk bersimpuh pada telapak kakinya.

“kau bukan ibuku dan di kakimu tak ada surga"
teriak sastro keliyengan menenggak sebotol anggur ketan item
setiap kali usai menghabiskan sekilo arang
untuk memenuhi tembok kuburan.
tembok yang dia coret-coret dengan tulisan
"saya bukan milik siapa-siapa!.

sastro itu pernah jadi tetangga saya.
kini dia telah pergi entah kemana.
katanya dipaksa ikut tuannya ke negeri seberang.
di sana kau akan kami gaji dengan dollar,
bukankah kau ingin merdeka?, nah kemerdekaan butuh biaya.
di sini kau pasti hanya akan menderita dan mati sia-sia.
rupiah terus melemah.

itulah yang aku denger dari orang-orang.
sastro telah pergi. tulisan-tulisannya pada
tembok kuburan telah hilang. sejak tuan-tuan
memerintahkan untuk mengapurnya.

saya melihat di dalam kuburan,
pada sebuah makam, sastro masih sempat memahatkan
tulisan di batu nisan.
“jeng lastriku sayang, aku hanya milikmu seorang”

:)

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home