my last day
ketika pada akhirnya saya sanggup membuat sebuah keputusan
berhenti menjadi pegawai di sebuah perusahaan periklanan
lalu mau kemana? tanya banyak kawan
mau jadi penyair ya? tanya yang lain
saya belum sanggup jadi "kere" jawab saya asal-asalan
saat saya katakan tak lagi kerja di periklanan (dalam arti menjadi pegawai di sebuah agency)
tapi hal itu lantas bukan berarti saya berhenti melakukan kegiatan advertising
justru bidang baru yang akan saya tekuni nanti sangat dekat dan bahkan senantiasa membutuhkan pendekatan-pendekatan advertising
semoga saja apa-apa yang akan dan bakal saya kerjakan
diberikan kemudahan jalan oleh Tuhan...
semoga...
dibawah ini surat perpisahan saya :
saya perhatikan dengan seksama sidik jari tangan saya
sebelum ia menerobos masuk kedalam lubang seperti rongga mulut
dan menyentuh kaca sensor absensi di lantai dua-dua
hmm. saya merasa ia sangat menikmatinya dan mungkin ia akan merindukannya
karena hari itu adalah terakhir kalinya ia berjumpa dengan kaca sensor yang
telah begitu lama diakrapi sang jemari, saat ia datang pagi, siang
ataupun kala ia pulang sore atau larut malam
maka sengaja saya biarkan ia (jemari saya) agak lama menyentuhnya
barangkali ia perlu mengucapkan kata-kata perpisahan
tentu saja sebagai jemari biasa ia juga tak lepas dari salah dan khilaf
terkadang ia menekan sahabatnya dengan tergesa-gesa,
kadang terlalu keras, bahkan dengan tubuh bau keringat dan penuh daki ia memeluknya,
tapi sang kaca sensor absensi sahabatnya itupun tanpa pernah mengeluh
bahkan dengan gembira tetap menyambutnya, dan mencatatnya!
:)
to all my friends,
today is my last day in dentsu
thanks for a good time and a bad time
you have given me a lot of knowledge
forgive me if I have a mistake
of course, it is proud of me
that I have taken part in dentsu Indonesia
regard,
zai


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home