kitapun berbagi puisi
kami pernah bertemu sekali saja, di taman ismail marzuki
ketika sajakku dan sajaknya bersanding dalam sebuah buku antologi puisi
"bisikan kata teriakan kota" di tahun 2003
tapi sejauh payakumbuh - bekasi,
saya telah lebih jauh mengenal sajak-sajaknya
lelaki dari payakumbuh itu, iyut fitra.
seorang teman berbagi kabar bahwa hari itu di bulan februari, ia ulang tahun
tepat di bulan yang mana akupun lahir.
maka kitapun lantas berbagi kado puisi..
dan sajakmu masih saja mengetuki
: iyut fitra
dari jauh sajakmu tumbuh
dengan tunas-tunas bersayap
ada yang terlanjur singgah
di laci kenangan
di gerai hari yang menyimpan senyap
dan sajak mu masih saja mengetuki
beratus-ratus pintu pagar kesendirianku
"selamat ulangtahun kawan!"
zai lawanglangit
membakar usia
:zai lawanglangit
kemudian ada orang bersinggahan, tiba-tiba
saling berbagi simpang
menjelaskan segala peluh sebagai peta: bukalah!
di tikung keberapa kita sempat mencatat nama-nama
o, wahai. di tepi almanak yang tekun mengikuti gundah langkah
bakarlah usia
biarkan debunya tertinggal sebagai ranjang. dan api yang menyala
menyulut birahi esokmu. bakarlah, kawan!
SELAMAT ULANG TAHUN JUGA.
SALAM UNTUK SEMUA TEMAN-TEMAN KITA.
DAN MARI SELALU BERBAGI. HIDUP INI INDAH!
SALAM!
iyut fitra


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home