Thursday, August 31, 2006

ziarah sunyi

: kotagede

di pelataran tanah berpasir
sayapsayap malam membentang
serupa kubah transparan
di langit awan menyisir rembulan
bintang bergantungan

pada longkangan bangunan tua
orang-orang bersimpuh
diantara dua pohon sawo kecik
yang rimbun daunnya memeluk cungkup

lima menit lalu, kita baru usai
mengucap salam di emperan masjid
beberapa orang terlelap di samping bedug
dibasuh cahaya lampu temaram

“tak banyak kumengerti
pada setiap ritual bersahaja ini” bisikmu
“ya tak perlu kau pahami,
rasakan saja detak jantung sunyi”

Wednesday, August 02, 2006

agustus!

agustus,
kau makin renta
kepayahan merangkaki cakrawala
menyusuri langit senja
diantara sisa puing bencana demi bencana

agustus,
anak-anakmu telah tumbuh dewasa
sehat, enerjik serta pintar menyimpan dusta
menghibur dengan janji
dan rajin mencari kambing hitam

agustus!
masih merah putihkah
warna benderamu?